kasus bunuh diri karena kalah taruhan piala dunia

Gila, Ini dia kasus kasus bunuh diri karena kalah taruhan piala dunia

Kasus 1.
Kalah taruhan Piala Dunia Jerman vs Uruguay yang dimenangkan Jerman 3-2, seorang pecandu bola nekat bunuh diri, pada Minggu, sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban Wahyono (35), warga Jl.Padjajaran No. 10, Kelurahan Jagabaya, Sukabumi, Bandarlampung mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali di tiang kamar rumahnya usai menyaksikan pertandingan bola dengan kalah taruhan Rp 1,5 juta.


Korban pertama kali ditemukan istrinya, Meli (28), saat akan masuk ke dalam kamar usai mandi. Kontan saja istri korban menjerit berteriak minta tolong ketika dilihat tubuh suaminya tergantung di dalam kamar tidur.

"Padahal semalaman suami saya begadang nonton bola sambil berteriak. Saya hanya mendengarkan dari kamar dia berteriak gol," kata Meli.

Warga yang mendengar teriakan istri korban langsung berdatangan dan memberikan pertolongan dengan menurunkan tubuh korban. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moleoek (RSUDAM).

Ternyata nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan murni tewas karena bunuh diri.

Sementara itu, salah seorang tetangga korban mengatakan, bahwa sebelumnya mereka sepakat taruhan Piala Dunia pertandingan Jerman vs Uruguay memperebutkan juara ke-3 dengan nilai taruhan Rp 1,5 juta. Korban memegang Uruguay yang ternyata kalah.

Kasatreskrim Poltabes Bandarlampung, Kompol. Ardian Indera Nurinta membenarkan adanya laporan warga yang tewas bunuh diri karena kalah taruhan bola.

"Berdasarkan hasil visum korban tewas akibat gantung diri," kata Ardian.

Kasus 2.
Seorang warga Jelambar, Jakarta Barat, ditemukan tewas gantung diri, Selasa (13/7) sore. Diduga, pemuda pernama Iway nekat mengakhiri nyawanya lantaran tak mampu membayar uang taruhan laga final Piala Dunia 2010.

Jasad pemuda bernama Iway itu pertama kali ditemukan orangtuanya. Tubuhnya tergantung di lantai dua rumahnya. Jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.(***)

kasus 3 .
Tjhin Piang Nam (60), korban tewas yang jatuh bunuh diri dari Lantai V Gajah Mada Plaza, Senin (14/6), diduga melakukan aksi nekatnya karena kalah taruhan pertandingan sepak bola Piala Dunia. Saksi Adang Kosim, pemilik gerai baju dan ikat pinggang di lantai dasar Gajah Mada Plaza, dekat tempat korban jatuh, menduga, kakek itu terjun karena kalah taruhan pada pertandingan Piala Dunia. Namun, tidak diketahui kesebelasan yang menjadi taruhannya.
Menurutnya, sebelum jatuh ia melihat korban mondar mandir dan berdiri di atas peti bir di depan pintu masuk Diskotek Milenium, Gajah Mada Plaza. “Saat korban jatuh di lantai dasar tubuhnya menimpa gerai usaha saya,” kata Adang.
Meski ada pengakuan saksi bahwa korban tewas karena bunuh diri, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Gambir masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikannya. Jatuhnya korban dari lantai V Gajah Mada Plaza, Senin (14/6) pukul 10.00 WIB, membuat pengunjung berhambur ke luar gedung.
Dari lantai V, petugas menemukan jaket dan sandal korban. Menurut Kapolsek Gambir Komisaris Yossi, korban adalah warga Jalan Sawah Lio V Gang 9/RT 84 C RT 9/RW 5 Jembatan V, Jakarta Barat

Kasus 4
Seorang penjudi asal Hongkong yang kalah taruhan sebanyak 240 ribu dolar (kurang lebih 2,4 milyar rupiah) pada pertandingan Piala Dunia, bunuh diri di Bangkok, sebuah harian setempat melaporkan Rabu.

Nelson Hu, 42, telah menumpuk jumlah hutang taruhan selama turnamen dari judi ilegal di Bangkok dimana ia bekerja sebagai pimpinan perusahaan pakaian jadi, harian South China Morning Post

kasus bunuh diri, kasus bunuh diri kalah taruhan piala dunia, kasus bunuh diri kalah taruhan piala dunia

No comments:

Post a Comment